Saudara, hari ini saya ingin mengajak kita bersama-sama melihat satu cerita yang sangat terkenal di dalam Alkitab kita, yaitu cerita tentang Orang Samaria yang Murah hati — paling tidak itulah judul yang diberikan oleh Lembaga Alkitab Indonesia, dan juga oleh banyak terjemahan bahasa Inggris, the Good Samaritan. Makanya kita punya juga Klinik Samaritan.
Kesusahan dari Cerita yang Terlalu Terkenal
Ketika kita mendekati sebuah ceritanya sudah sangat terkenal seperti ini, ada enaknya dan ada juga kesusahannya sendiri, dan enaknya kita semua sudah tau karena tidak perlu effort yang besar untuk menjelaskan konteksnya, tetapi kesulitannya ada dua : Kesulitan pertama ketika kita mendengarkan judulnya Orang Samaria yang Murah Hati, kemungkinan kita tidak berharap apa-apa lagi, karena cerita ini sudah saya dengan sejak saya masih kecil, sejak sekolah minggu, apalagi kita yang pernah menjadi guru sekolah minggu. Kita sudah kehilangan kuriositas terhadap cerita seperti ini. “Ah, saya sudah tahu, kok. Saya sudah bisa bayangkan, saya sudah tidak kepingin tau lagi, saya sudah mengerti semua ceritanya.” Jadi kita tidak terlalu tertarik. Kesulitan ke dua, cerita yang sangat terkenal, atau ayat yang sangat terkenal, itu cenderung untuk sampai ke telinga kita dan berdiri sendiri (stand alone). Contoh: Yohanes 3:16. Ini ayat yang sangat terkenal, siapa yang tidak kenal ayat ini, siapa yang tidak hafal ayat ini. Ketika kita baca ayat ini : Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini…., kalau kita tanya ayat ini yang ngomong siapa ya..?, kita mulai agak bingung sedikit, kalau kita tau yang ngomong Yesus, tapi ngomong sama siapa ? dalam konteks pembicaraan apa kita sudah tidak tau. Karena ayat itu terlalu terkenal sampai out shine, ayat ini berdiri sendiri. Banyak cerita di alkitab yang seperti ini, Contoh: Doa Bapa Kami yang sangat terkenal, sampai kita lupa konteksnya apa. Kita hanya tau itu begian dari khotbah di bukit, bagian dalam versi Matius, bagian khotbah di tanah datar versi Lukas. Berapa banyak dari kita yang berpikir seperti itu, karena text ini sudah begitu terkenal. Contoh: Cerita Daud dan Goliat. Taukah kita motifnya apa, bertempur dimana, Kita tahu Daud berani melawan Goliat. Konteks Daud dan Goliat setelah melalui perang urat syaraf, perang palsu selama 40 hari perang propaganda. Cerita Daud dan Bathsheba, cerita apa melawan siapa, untuk mengepung kota apa, mendapatkan kota apa, banyak dari kita tidak tau, kita hanya tau Daud berzinah, karena ceritanya sudah stand alone, sudah berdiri sendiri. Termasuk kalau kita berbicara tentang Orang Samaria yang Murah Hati. Kita kurang lebih tau, tetapi ceritanya berdiri sendiri. Cerita kepada siapa dan kenapa di ceritakan seperti itu, kita sudah tidak bertanya-tanya lagi. Kita perlu berhati-hati ketika kita mendapati cerita seperti ini, cerita yang kelewat terkenal, dan berdiri sendiri seperti ini, kita cendrung campur-campurkan dengan bagian Alkitab yang lain. Itu akhirnya jadi cerita gado-gado.
Tiga Batman
Tahun 2000 keatas, Ada tiga film Batman yang sangat populer. Yang pertama, series The Dark Knight; sutradaranya Christopher Nolan, dan yang berperan sebagai Batman adalah Christian Bale, yang kedua, Batman yang ada di dalam Justice League; sutradaranya berbeda, yaitu Zack Snyder, ceritanya berbeda, aktornya pun berbeda yaitu Ben Affleck. Yang ketiga, The Batman, Sutradara Matt Reeves dengan aktornya Robert Pattinson. Kalau kita tidak mengerti Batman dengan baju hitam, dan tau ngga ketika batman dengan music scoring Ave Maria, oh ini Jocker. Ini beda Batman, sehingga kita kehilangan cerita Batmannya kalau kita tercampur-campur. Orang Samaria yang Murah Hati ada dalam kitab apa, mungkin kita tidak tau, kemungkinan kita campur – campur saja. Kita tau ada didalam injil Lukas, andai cerita itu ada di Injil Matius apakah kita keberatan, atau dalam Injil Yohanes atau Markus, apakah kita keberatan? Kita tidak terlalu keberatan, yang penting yang cerita Yesus, Kenapa ada di kitab Lukas? Kita tidak pernah tanya kenapa?
Konteks Lukas: Travel Narrative.
Hari ini kita akan melihat gambaran yang lebih luas dalam Injil Lukas, cerita ini berada dalam konteks macam apa? Kalau kita mau lihat secara detail cerita ini Orang Samaria yang Murah Hati ini ada dalam Injil Lukas 9 yang di sebut Narasi Perjalanan atau Travel Narrative, dimana Yesus sedang setting perjalanannya untuk berjalan ke Yerusalem. Tidak ada dalam injil Sinoptik yang lain. Dari Lukas pasal 9 sampai Lukas pasal 19, Anda akan delapan kali diingatkan bahwa Yesus sedang dalam perjalanan ke Yerusalem. Delapan kali, lho dalam 10 Pasal. Ini terdengar redundant, terdengar seperti diulang-ulang. Mengapa harus diulang-ulang bahwa Yesus sedang dalam perjalanan? Karena memang itulah motif Lukas. Paling tidak kita simpan dulu di dalam kepala kita bahwa travel narrative itu sedang berbicara tentang motif penyelamatan. Mengapa demikian? Karena di dalam versi Lukas, ketika Yesus naik ke atas gunung dan mengalami transfigurasi bersama tiga murid utama-Nya — Petrus, Yakobus, dan Yohanes — ada catatan bahwa Ia berbicara dengan Musa dan Elia tentang tujuan kepergian-Nya ke Yerusalem. Itu hanya ada di dalam Injil Lukas.
Dan kata kepergian itu dalam bahasa Yunaninya adalah kata yang dipakai untuk eksodus. Jadi ini perjalanan eksodus yang baru, yang membawa umatnya kepada keselamatan — eksodus seperti cerita Keluaran. Narasi Perjalanan sampai 8 kali dalam kitab Lukas. Konteks besar ceritanya adalah Penyelamatan, kita akan lihat Konteks lebih kecilnya seperti apa?
Pembacaan: Lukas 10:21–24
Sekarang kita coba melihat teksnya. Saya akan memonopoli dahulu pembacaan ayat 21 – 24, sekali lagi untuk melihat konteks yang lebih luas.
Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku, dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.” Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata, “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepadamu, banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”
Ayat 25-32.. ( Jemaat )
Ahli Taurat yang Sebenarnya Boleh Kita Apresiasi
Di dalam bagian yang kita baca, Tuhan Yesus bertemu dengan seorang lawyer, seorang ahli hukum, ahli Taurat, yang sedang mencobai Tuhan Yesus.
Biasanya kalau kita melihat ada tokoh Yesus lalu ada ahli Taurat, sudah pasti ahli Taurat itu tokoh antagonisnya, Yesus tokoh baiknya protagonis tokoh yang bertanya-tanya urusan teologi namun sebetulnya hanya cari-cari. Kita sebal dengan orang seperti itu: bertanya hanya supaya kelihatan pintar, atau ingin mencobai.. Namun kalau kita lihat secara lebih detail, pertanyaan ahli Taurat ini tidak harus buruk pertanyaan nya pertanyaan wajar, sebetulnya ahli Taurat ini boleh lebih kita apresiasi.
Yesus Menjadi Viral
Mungkin kita harus cooling down dulu Di dalam pasal 9, orang yang mencobai Tuhan Yesus tidak harus buru-buru kita sebut sebagai penjahat, kenapa, kalau kita lihat pertanyaan yang di berikan adalah pertanyaan yang sewajarnya harus di berikan, kita melihat Yesus mengutus dua belas murid, lalu menjadi viral. Hal-hal yang berkaitan dengan Tuhan Yesus menjadi sangat viral. Dicatat bahwa dua belas murid itu membuat mukjizat di sini dan di sana, menyembuhkan di sini dan di sana, lalu gone very viral. Di dalam pasal 10 hal itu diulang: Yesus mengutus tujuh puluh murid, lalu menjadi viral juga. Namun Saudara, yang viral itu biasanya menarik, tetapi kurang substansial. Ya, tidak? Saudara pernah bertemu video viral yang penontonnya tiga juta, tetapi videonya dua setengah jam? Pernahkah Saudara bertemu lecture viral yang dua setengah jam? Tidak pernahkan. Maka perlu dicek, dong. Yesus yang bisa mengutus murid-murid-Nya lalu viral ini, sebetulnya substansi aslinya apa? Kedalamannya ada atau tidak?
Kalau sudah viral, kadang-kadang kita jadi bertanya-tanya, “Benar tidak sih, seperti ini?” Saya pernah mendengar cerita tentang Pak Tong. Suatu kali beliau mengadakan KKR di sebuah kota —once upon a time, entah di mana, pada waktu beliau masih muda. KKR dilapangan terbuka beliau katakan Khotbah tidak semestinya di sekat-sekat oleh tembok, saya masih ingat NREC 2004, beliau katakan, setiap kali orang katakan Pak Tong selalu penuh, beliau katakan karena tempatnya kurang besar, kalau tembok ini di jebol langsung tidak penuh.
Waktu itu di luar hujan deras, dan beliau suka mengadakan KKR di tempat terbuka. Namun karena doa orang-orang kudus, dan karena Injil mau diberitakan, di luar semuanya hujan deras sementara di sekitarnya tidak hujan… Ini merupakan Viral, legenda, beberapa diantaranya benar, dan beberapa tidak benar. Banyak legenda-legenda yang viral, dan Yesus kurang lebih sama, siapa orang ini..? dipertanyakan,
Sesuatu yang viral tentang Yesus, ada yang keliru.
Dalam Lukas 9:7 Viral nya sampai masuk dalam lingkar istana, “Herodes raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan ia pun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati“, ini sesuatu viral tapi tidak benar., karena Yohanes tetap mati. Tetapi sangking viralnya muncul berita yang salah. Maka kalau sudah seperti ini, pakar wajib untuk cek, apalagi hal yang penting, perlu di fact-checking kalau viral seperti ini. Aplikasi dalam dunia ini, hal-hal yang viral – viral, tau sesuatu kadang substansinya tidak jelas.
Hal Viral dan Substansial Tipis
Hal-hal yang viral itu salah satunya Olah raga tinju. Tinju itu hal yang sangat penting dalam dunia ini, buat saya at least. Saya merindukan era-era tinju ketika ada Felix Trinidad, Shane Mosley, Roberto Durán, Marvin Hagler, Oscar De La Hoya — petinju-petinju terbaik melawan petinju-petinju terbaik. Sekarang, pertandingan tinju yang ditonton oleh paling banyak di tonton , yang paling viral sepanjang segala zaman adalah pertandingan antara seorang ‘Lansia’ (Mike Tyson usia 58) melawan seorang YouTuber (Jake Paul). Kelas berat pula. Yang benar saja. Namun itulah yang ditonton oleh paling banyak orang di seluruh dunia, ini sesuatu yang menodai olah raga tinju.
Saya merasa kesal, Saudara. Kalau agamamu adalah tinju, yang kamu tonton seharusnya Trinidad, Shane Mosley, Winky Wright — atau kalau yang baru-baru, Terence Crawford, Canelo Álvarez. Itu nama-nama “teolog” yang Anda tidak hafal. Namun tidak apa-apa.
Belajar Teologi, Psikolog dari reels
Apalagi di dalam dunia teologi, orang Kristen sekarang mau belajar teologi, belajarnya dari siapa? Dari mana? Kita tahu sesuatu itu dari reels, dari video-video pendek belajar dari sesuatu yang Viral yang ada di youtube. Harusnya belajar yang benar jangan dari reels, tetapi sekolah Teologi.
Dunia kita sekarang ini, orang tiba-tiba jadi Psikolog, tida-tiba jadi Ahli Gizi, gara-gara reels, tiba-tiba jadi NPD. “Oh, dia itu NPD, lho. Dia itu NPD.” Saudara tahu tidak NPD itu apa? Tidak. Anda tidak tahu, Anda tidak studi. Itu orang yang studi setahunan, lho. NPD itu Narcissistic Personality Disorder. Kita tidak tahu, tetapi kita semua bicara. Anda tidak pernah menyelesaikan satu buku saja, satu jurnal, satu artikel pun tentang NPD tapi kita bisa mengatakan NPD.
Asal-usul yang Perlu Diuji
Dan kalau Yesus viral dimana-mana, kalau di cek seorang ahli Taurat wajar apalagi — Yesus di cek kredensialnya, asal-usul pendidikannya tidak terlalu jelas, STT-nya tidak jelas. Pendidikan teologinya, STT-nya mana? Tidak terlalu jelas. Yesus besar di Galilea..
Saya pelayanan di Batam, STT di Batam itu banyak dan terakreditasi, beberap[a diantaranya bagus-bagus, kalau muncul hamba Tuhan dari sana tidak begitu jelas, STT yang high profile yang ada di Jakarta, ada di Malang, yang kita kenal. Tetapi STT yang banyak di kota-kota yang akreditasinya tidak jelas Yesus dari mana??
Di Jakarta STT yang cukup terkenal ada beberapa, diMalang juga ada. Dan banyak STT juga yang tidak jelas.
Platform Terkenal
Yesus dari mana? Dari Galilea, tetapi Yesus dalam Platform yang terkenal, yaitu Tokoh Yohanes Pembaptis, anaknya Imam Zakaria, yang pada waktu Yom Kippur menerima undi untuk bakar korban ukupan, Mamanya Yohanes pembaptis dari jalur keturunan Harun. Khotbahnya Yohanes Pembaptis Legendaris, bayangkan anak Imam yang harusnya Pewaris, bukan Perintis. Yohanes pembaptis tidak khotbah di Bait suci, tetapi dipadang gurun, yang sangat simbolik, dimana Israel keluar dari mesir melalui padang gurun ( great exodus ), dan masuk ketanah Kanaan, dengan menyebrangi sungai Yordan, dimana Yohanes Pembaptis melayani di sungai Yordan, sambal mengutip Yesaya 40, Yohanes Pembaptis adalah tokoh yang sangat terkenal, dan Yesus masuk dalam Platform Yohanes Pembaptis, sehingga menjadi terkenal, dan kemudian beberapa kali Viral. Hamba-hamba Tuhan di GRII, kalau tidak di GRII adalah bapak-bapak yang random saja, tetapi didalam Platform GRII maka di kenal. Yesus dari Platform Yohanes Pembaptis, apalagi kalau di cek, Konon rumor beredar bahwa mamaNya hamil di luar nikah. Jadi orang ini siapa? Perlu diuji. Dan orang seperti ini sekarang viral. Apalagi,
Doa Yesus Ayat 21 – 24
Doa-Nya meragukan, tidak punya subtansi tapi ramai..? ayat 21: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai.
Ini doa khas dari orang-orang yang tidak bisa diterima orang-orang cendekiawan, bukan untuk orang-orang pandai para pakar, Engkau tutup bagi mereka. Ayat 22 “Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku, dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.”
Artinya hanya Saya dan Bapa, selain itu kamu tidak berkenan kepada Bapa, kemudian ditambah lagi kalimat ayat 24 “Karena Aku berkata kepadamu, banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya”. Artinya Orang-orang pandai, cendekiawan semua rugi belum mendengar Saya mengajar.Dan ini kalau kita renungkan pertanyaan ahli Taurat, itu wajar, apalagi urusan Teologia, Jadi urusan pengajaran Tuhan Yesus ditanyakan sama Lawyer menguji, mencobai, itu rada-rada wajar, mencobai-Nya dengan satu ucapan seperti ini :
Doktrin Bukan untuk di Pertentangkan
Ayat 25 “Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?“, pertanyaan sederhana ( opening ), Jawaban Tuhan Yesus mencurigakan ( suspicious ), pintar ngomong. Jawaban Yesus khas ada gabungan antara Ulangan pasal 6 dan Imamat 19 , yaitu Mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati , segenap jiwa dan segenap kekuatan, dan mengasihi sesama Manusia seperti dirimu sendiri. Lalu jawaban Yesus : Pergi dan lakukan, just Go and Do .
Jawaban itu kelihatan meyakinkan, bisa mengundang tepuk tangan, tapi untuk orang yang belajar, akan tanya lebih lanjut. Contoh : Seorang anak muda tidak mengerti tentang Allah Tritunggal, tolong di ajarkan, karena saya tidak mengerti, lalu saya mengatakan Doktrin Allah Tritunggal bukan untuk diperdebatkan. Doktrin ini membawa kita melihat kebesaran Allah, sehingga kita berlutut dan mengaggumi dan kita melayani dengan segenap hati, kalau kita tau jawaban ini tidak menjawab pertanyaan tadi bagi orang yang tidak teliti, maka kata mereka, jawabanya Melegakan, sangat menjawab. Jawaban Yesus juga demikian: Mengasihi Allah, dan mengasihi sesama dirimu sendiri, dan you Go and Do , ada 2 kali pada bagian yang kita baca ini: yaitu You Go and Do , pergi dan lakukan saja, artinya menolak untuk berdebat.
Siapakah Sesamaku Manusia
Tapi ahli Taurat ini tidak langsung pergi, tetapi tanya lebih lanjut, tunggu dulu sesama ku manusia itu siapa..? Imamat 19 itu sesama ku manusia itu siapa, kalau dulu bisa dimengerti artinya orang Israel, saat ini Zaman Yesus dan rentang waktu yang sudah sangat jauh, Zaman Musa dan Zaman Yesus kalau bilang neighbor sudah sangat berbeda, perlu ada penjelasan lebih lanjut, lalu Yesus bercerita: Cerita ini dilakukan oleh orang yang sangat pandai bercerita. Yesus membuka ceritaNya, dan orang yang mendengar ceritaNya langsung senang : Yaitu orang yang turun dari Israel ke Yeriko lansung di rampok orang. Yaitu orang menganut Yudaisme turun setelah beribadah. Apakah semua yang turun dari Yerusalem semua beribadah, tentu tidak tetapi semua tau yang turun dari Yerusalem ke Yeriko adalah setelah ibadah. Memang Yerusalem terletak diatas gunung, dan Yeriko agak di lembah, dan dalam perjalanan, ada goa – goa, dan dalam hal di rampok adalah hal biasa, dimana orang yang di rampok biasanya tidak terlalu kaya., dan kalaupun dia kaya, makan mereka pergi pasti ramai-ramai. Orang ini bepergian sendirian, dan ditangkap dengan perampok, orang pasti simpati, dan mereka akan bertanya siapa yang bisa memberi pertolongan kepada orang ini. Artinya cerita Yesus ini mengundang simpati pada pendengarNya. Dalam pikiran orang Yahudi pertolongan datang pasti dari orang-orang Yudaisme.
Alasan Cerita Yesus:
Memang dari jalannya mereka (orang Yudaisme), kemudian Tuhan yang mereka kenal adalah Tuhan yang mengasihi orang-orang lemah ( dalam kesulitan ). Karakter Tuhan kita Mazmur 68:5 “Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus” Prakteknya kita bisa peduli dengan orang-orang kecil pada KKR Regional ke Sumba, ketempat yang lebih terperinci,tapi bukan di tempat kediaman kita. Jadi ketika ada yang di rampok yang bisa menolong adalah orang-orang yang seperti itu yaitu para penyembah Yahweh, penganut Yudaisme. Dan Puji Tuhan yang lewat saat itu adalah orang-orang itu, yang pertama lewat Imam, dan yang kedua orang lewi, dan Puji Tuhan yang lewat itu orang inti dari Yudaisme,
Ayat 31-32 Imam bertemu dengan orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan, demikian juga seorang Lewi. Dan kita pasti bertanya kenapa Imam dan orang Lewi ini tidak menolong ?, padahal mereka penyembah Yahweh. Imam mereka adalah Pelayan, Penatayanan yang paling Core dari Yudaisme, demikian juga orang Lewi yang menyembah Yahweh, mereka juga melewatinya dari seberang. Apa alasannya : Banyak yang tidak tau. Demikian juga jawaban di Commentary, juga tidak memuaskan. Karena Imam, kalau tolong orang ketika orang itu mati, maka Imam bersentuhan dengan mayat maka menjadi tidak tahir lagi, dan tidak bisa menjadi penatalayan lagi. Dalam konteks ini, Imam nya turun dari Yerusalem, artinya bukan mau pelayanan, tetap setelah pelayanan, tidak ada alasan untuk tidak tahir karena sudah selesai ibadah, demikian juga orang Lewi melewati juga dari seberang jalan.
Sikap Imam dan seorang Lewi
Kalau kita pikir-pikir yang dilakukan oleh kedua orang ini jahat atau wajar ? Pada umumnya manusia, tidak butuh alasan tidak menolong, sebaliknya kita butuh alasan untuk menolong, kita tidak punya alasan untuk mengabaikan, untuk tidak menganggap butuh alasan. Kalau kita lihat Imam, orang Lewi tidak butuh alasan untuk menolong dan bergeraknya cepat. ( ayat 31-32 ).
Aplikasi kita juga demikian, jika kita mau menolong seseorang, kita punya alasan untuk menolongnya, karena Kasihan, orang tuanya baik, Untuk tidak mengasihi tidak butuh alasan. Orang yang kita kasihi dan yang tidak kita kasihi, banyak yang mana?, pasti banyak yang tidak dikasihi, di dalam gereja yang anda kasihi banyakkan yang mana?? Atau yang anda tangisi ketika mereka meninggal banyakkan yang tidak kita kasihi pastinya. Apakah artinya kita jahat, pastinya tidak. Dalam masyarakat banyak yang kita lewati, coba kita berhenti dan tanya kesusahan mereka, pasti ada, dan kita tidak punya alsan untuk mengasihi mereka.. kita juga lewatkan saja. Diluar sana banyak yang butuh bantuan kita, tetapi kita lewatkan juga, demikian dalam social media banyak yang kita lewatkan.
Trajectory
Ketika ahli Taurat mendengar cerita ini Imam lewat, orang Lewi lewat. Atau ketika kita mendengar cerita ini, kadang kita tegang, karena terlalu banyak yang kita lewatkan, apakah kita menjadi jahat ? tentu tidak, karena kita tidak punya alasan untuk tidak membantu. Sampai disini Tuhan Yesus punya 2 Trajectory untuk menutup cerita rapih, Yaitu: Yesus membuat cerita Anti Clerical move, dari Imam ke orang Lewi, demikian ceritanya : Lalu datanglah seseorang dari suku Dan yang menolong, bukan hamba Tuhan tetapoi jemaat yang menolong, Atau bisa di tutup dengan cerita Tuhan Yesus katakan : Maka orang itu mati, dan cerita lansung habis. So kamu Go and Do ..
Sementara kita masih mendebatkan memikirkan doktrin ini dan itu berdebat siapakah sesamaku manusia ..??, sementara dunia sedang bermatian diluar.
Tapi Yesus tidak menutup ceritanya, tetapi melanjutkanNya
Mari kita lihat Lukas 10 ayat 33 sampai 37.
Lalu datang seorang Samaria yang sedang dalam perjalanan datang ke tempat itu. Ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. … Keesokan harinya ia mengeluarkan dua dinar dan memberikannya kepada pemilik penginapan itu, katanya, “Rawatlah dia, dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya sewaktu aku kembali.” … Jawab orang itu, “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya, “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”
Di satu sisi, lanjutan cerita ini membuat ceritanya makin tajam dan makin tegang dengan kemunculan Orang Samaria. Karena kita tahu, bagi ahli Taurat, Orang Samaria itu musuh sekali.
Tiga Kategori Orang Samaria
Orang Samaria itu setidaknya ada tiga kategori di dalam pikiran orang Yahudi. Pertama, secara etnis tidak murni. Kedua, secara sosial, mereka itu outcast. Ketiga, secara agama, mereka ini heretic, tidak ortodoks. Orang Yahudi sejak Zaman Salomo Ibadahnya tersentralisasi ke pusat yaitu ke Yerusalem, juga bukit-bukit pengorbanan itu sebenarnya tidak boleh, Orang Samaria buat bait suci baru di gunung Gerizim, ini merupakan Heretic. Cerita ini diangkat oleh Tuhan Yesus, satu sisi menegangkan, tetapi ketika mendengarkan lebih lanjut menjadi cair, karena ceritanya tiba-tiba saja menjadi Unbelievable. Kok tiba-tiba ada Orang Samaria? Kenapa ada dalam road nya orang Yahudi mau beribadah, sesuatu yang tidak mungkin. Seperti ada orang Pakistan berjualan kaki babi di Boulevard Kelapa Gading — mungkin tidak? Mungkin-mungkin saja. Hanya saja probabilitasnya kecil.
Film Fast and Farious dan cerita Fabel
Kalau anda nonton film Fast and Furious — yang pertama kita senang, balap-balapan mobil. Yang kedua juga masih begitu, episode selanjutnya sudah ada The Rock , tukang bengkel yang suka kebut-kebutan bisa lawan tantara. Namun sampai seri kesembilan atau kesepuluh, ada mobil jalan di luar angkasa nabrak satelite. Kita jadi kesal: ini menghina akal sehat saya menjadi bahan olok-olokkan. Ceritanya menjadi tidak believable; mau menonton pun jadi agak malas..Mending kalau kamu membuat cerita khayal, ya buat saja sekalian fable kita tidak tanya logika. Mungkin ceritanya akan lebih kuat kalau Tuhan Yesus mengatakan begini: “Maka orang itu sekarat. Setelah itu datanglah seekor gorila yang besar. Ia mengambil dan dirawatnya sendiri — dan inilah the Origin of Tarzan.” Oke, fabel. Ya sudah, cerita dongeng; kita tidak protes kita tidak tanya logika. Memang cerita seperti itu. Misal : kura-kura balapan dengan kelinci dan kemudian hina-hinaan, ini fable.
Namun ceritanya bukan fabel, bukan cerita sci-fi. Ini satu cerita yang seperti benar, tetapi kacau. Cerita benar kok bisa seperti ini? Bisa ada Orang Samaria tahu-tahu muncul di situ, berbuat baik pula. Tidak masuk akal.
Preseden dari 2 Tawarikh 28
Namun kita mesti ingat, ini yang bercerita Yesus, lho. Dan salah satu karakteristik Yesus yang agak kurang dihargai di antara orang Kristen adalah satu hal: Yesus itu pintar. Ya, tidak? Yesus itu baik — iya. Berkuasa, membuat mukjizat — iya. Sepenuhnya Allah, sepenuhnya manusia. Tidak gampang buat cerita yang ngawur, tiba-tiba Khayal, tapi ceritanya Yesus menjadi cerita yang gampang di percaya. Ternyata dalam Perjanjiaan lama ada presedennya. Pernah ada cerita yang mirip dari Orang Samaria yang ceritanya hampir sama.
2 Tawarikh pasal 28 ayat 15.
Lalu orang-orang yang disebutkan namanya tadi bangkit, mengambil para tawanan itu, dan memberikan pakaian dari rampasan itu kepada semua orang yang telanjang di antara mereka. Mereka diberi pakaian, kasut, makanan dan minuman; mereka diurapi dengan minyak. Dan semua orang yang terlalu payah berjalan diangkut dengan keledai dan dibawa ke Yerikho, kota pohon kurma, dekat saudara-saudara mereka. Sesudah itu orang Israel pulang ke Samaria.
Ini bapak moyangnya Orang Samaria, Orang yang melakukan kebaikkan itu ( Heppen to be ), ini peristiwa ketika Orang Samaria yang jahat itu, secara konteks orang samaria jahat tapi kadang-kadang melakukan kebaikkan sedikit.
Khotbah Nabi Oded
Lalu ada seorang nabi Tuhan bernama Oded. Saya bacakan 2 Tawarikh 28 : 9 – 11.
Tetapi di sana ada seorang nabi Tuhan yang bernama Oded. Ia pergi menemui tentara yang pulang ke Samaria dan berkata kepada mereka, “Sesungguhnya karena murka-Nya kepada Yehuda, TUHAN, Allah nenek moyangmu, menyerahkan mereka ke dalam tanganmu, dan kamu telah mengadakan pembunuhan di antara mereka dengan kegeraman yang sampai ke langit. Dan sekarang kamu bermaksud menaklukkan orang Yehuda dan orang Yerusalem menjadi hambamu laki-laki dan perempuan. Tidakkah pada kamu sendiri ada kesalahan terhadap TUHAN, Allahmu? Maka sekarang, dengarkanlah kataku ini: kembalikanlah orang-orang yang kamu tawan dari saudara-saudaramu itu, karena murka TUHAN menyala-nyala terhadap kamu.”
Ini cerita apa ? Secara administrasi, Israel sudah dibagi menjadi dua: Israel di utara dan Yehuda di selatan. Dua-duanya jahat di hadapan Tuhan. Suatu kali, karena Yehuda jahat, kerajaan selatan ini dihukum Tuhan dengan cara kalah perang. Yang mengalahkan adalah Israel di utara. Merampas saudara sendiri, warna kulitnya sama, cara bicaranya sama, bahasanya sama. Yehuda dikalahkan, lalu orang-orangnya yang bagus diangkut sebagai tawanan, yang cantik-cantik mungkin diambil untuk dijadikan budak atau diperistri. Setelah itu ada nabi Tuhan bernama Oded berkata : Kamu tau.. Hai orang Israel , kamu tau ngga kenapa orang Yahudi kalah?? Karena mereka berdosa. Dan sekarang kamu menghancurkan mereka, Kejahatanmu sampai ke langit. Kamu pikir mereka yang berdosa Tuhan Hukum, kamu pikir kamu tidak berdosa ? Pada waktu itu Israel yang melakukan kebaikkan adalah Israel yang jahat. Pada waktu pada masa raja Pekah bin Remalya, satu raja setelahnya adalah Raja Hosea. Dan lihatlah, mengapa orang-Orang Samaria itu bisa melakukan perbuatan baik? Karena mereka mendengarkan khotbah seorang nabi yang bernama Oded dan bertobat sedikit melakukan perbuatan baik sedikit. Kadang-kadang orang itu sangat susah melihat orang jahat berbuat baik, ada cerita bahwa dia sekarang baik loh, kadang kita kurang percaya, dengan mencurigai dia ada motif nya.
Kualifikasi yang Terlalu Tinggi
Suatu kali dalam satu pertemuan hamba-hamba Tuhan senior, seorang pendeta membagikan satu kesaksian yang menggerakkan buat saya. Ia punya seorang teman, pendeta karismatik, yang terkena kanker. Ia masuk rumah sakit dan tidur di bangsal berisi sekitar sepuluh orang — apparently ia agak kurang punya uang. Kankernya stadium lanjut.
Setelah itu dia bercerita ditengah-tengah keadaan sakit, saya bersyukur kepada Tuhan, karena dibangsal begitu banyak orang, ada orang yang takut mau mati, emudian saya datangi dan saya Injili, Puji Tuhan orang ini bertobat, dan besoknya Meninggal. Reaksi yang muncul: “Teologi sukses itu tidak betul. Teologi kemakmuran itu tidak benar.” Saudara, ini pendeta kanker — bukan pilek. Masuk rumah sakit, masuk bangsal, masa penganut teologi sukses? Come on lah. Namun karena ia dari gereja karismatik, susah sekali bagi kita untuk melihat bahwa ini baik. Kadang-kadang orang itu bisa sangat susah mengasihi sesama. Karena apa? Kualifikasi yang kita berikan untuk kita kasihi itu tinggi. “Saya siap kok mengasihi orang lain. Ya sudah, mau saya memberikan cinta kasih yang besar — tetapi kualifikasinya tinggi.”
Pertanyaan yang Dibalik
Perhatikan bahwa Yesus membalik pertanyaannya. Pertanyaan ahli Taurat adalah “siapakah sesamaku manusia?” Namun Yesus bertanya, “Siapakah yang sudah menjadi sesama bagi orang yang dipukuli itu?” Orang yang lebih righteous lebih tinggi posisinya susah untuk melihat orang lain dipakai Tuhan., termasuk orang Samaria, Apa kah dia menjadi Samaria yang Murah hati, Tidak. Samaria yang jelek tapi kadang-kadang agak baik sedikit. Samaria yang baik sedikit ini jauh lebih baik dari Yahuda. Orang Samaria ini bertobat setelah mendengarkan khotbah Nabi Oded, Sementara orang Yehuda tidak bertobat setelah mendengar khotbah Nabi Yesaya. Itu Ring a bell dalam telinga kita. Yehuda punya Yesaya, punya Yeremia tapi tidak bertobat, Israel punya Nabi Oded mereka bertobat. Saudara kenal tidak Nabi Oded itu siapa? Kalau saya bertanya, “Saudara kenal Yesaya siapa?” — Saudara tahu, kan. Oded? Ayo, Saudara mau tidak mendengarkan khotbahnya Oded? Tidak ada orang memberi nama anaknya Oded — kecuali kalau anak Anda ada lima belas.
Jemaat di GRII Batam
Di Batam ada jemaat GRII yang sembilan belas bersaudara dari satu bapak dan satu ibu. Waktu mamanya meninggal, saya yang menguburkan. Usianya sembilan puluh tiga atau berapa. Yakub kalau bertemu dia, sujud, lho. Iya, kan? Anak Yakub itu tiga belas, satu perempuan — dan itu pun dari empat perempuan. Ini satu mama, satu papa, sembilan belas anak. Kalau anaknya sembilan belas, bingung sudah memberi namanya. Nama-nama Indonesia sudah, nama rasul-rasul sudah, Andrea sudah, David sudah — anak ke-19 barulah diberi nama Oded. Siapa yang mau memberi nama Oded? Tidak populer sama sekali.
Ada seorang di GRII Batam, pada waktu anaknya masih di dalam kandungan, anaknya sudah di sekolahkan sejak dalam kandungan, Di pasang di sabuk ternyata ada kurikulumnya seperti pelajaran, ini benar terjadi dan harganya berbeda-beda, beda kurikulum beda harga. Jangan kan itu mikirin Namanya saja sudah sangat rumit, baru setelah anak ke 15 namanya Aliong. Namun Israel mendengarkan khotbah Oded dan mereka bertobat. Yehuda mendengar khotbah Yesaya dan mereka tidak bertobat.
Go and Do (Pergilah, dan perbuatlah demikian)
Sekarang, ahli Taurat ini berada di hadapan Yesus yang berkata Go and Do. Ahli Taurat ini tidak bertemu dengan Oded, tidak bertemu dengan Yesaya — ia bertemu dengan Yesus. Dan ia tidak bisa bertobat. Bagaimana untuk melakukan pembelaan ? ketika di katakan you Go and Do , balasnya kalau saya menolong, dan saya ikut di rampok bagaimana?
Biasanya tidak butuh alasan untuk menolong (kalau di balik), memang tidak butuh alasan oleh Tuhan untuk kita menolong orang, memberikan cinta kasih, seperti Kristus mengasihi kita, jawaban kita, ya bangkrut, terlalu banyak orang yang membutuhkan pertolongan. Kalau kita bantu semua secara ekonomi sudah bisa jebol keuangan Gereja.
Point Of View Korban
Jadi setelah kita mendengar khotbah ini, Siapa yang jadi sesama kepada orang yang dipukul itu? Sebelum ada pembelaan, ini adalah cerita tentang korban, Point Of View ( POV ) bukan saya siap membatu orang itu, POV nya adalah saya ini korban, Kalau korban tidak ada kualifikasiuntuk di tolong. Dulu pernah KKR dengan team kelapa gading tahun 2012, Pagi itu 2-3 sekolah sudah selesai, setelah itu waktu masih Panjang, kemudian mau cari sekolah yang lain, kemudian dijalan ketemu seorang ibu, saya bertanya dimana ada sekolah di dekat sini?, kemudian ibu itu bertanya marga apa?, demikian juga kalau mau di tolong sebagai korban apakah kita perlu tanya marga? Korban tidak minta kualifikasi. Pertanyaan ahli Taurat : Siapakah sesamaku Manusia..? butuh kualifikasi. POV nya adalah Point of view korban. Ingat ini adalah Travel Narrative dimana Yesus sedang dalam perjalanan ke Yerusalem adalah Yesus, yang Go and Do adalah Yesus, yang dalam perjalanan kesana yang akan menderita dan Mati adalah Yesus, kita semua ini adalah korbannya. Kalau kita mau tanya, ketika kita memberi pertolongan kita akan bangkrut, ingat kita ini korban kita menerima pertolongan dari Tuhan Yesus, apakah Tuhan Yesus bangkrut..? Tidak sih… Dia tidak bangkrut Dia mati. Dia mati dan Dia bangkit memberikan kehidupan bagi kita.
Ketika kita mendengar kata-kata : You Go and Do, dalam mentalitas, saya ini adalah korban. Saya tidak berdiri dan mencari siapa yang bisa saya tolong..? Kita adalah korban yang sudah di tolong Yesus Kristus.
Penutup: Mengasihi dangan Mentalitas Korban
Jadi ketika kita datang kepada orang lain yang menyatakan cinta kasih, kita tidak boleh mengatakan nanti kita bangkrut, Ingat kita ini korban, kita punya Yesus yang mati dan bangkit dan kita punya kehidupan, ketika dikatakan kita Go and Do , kita sadar diri dulu posisi kita, kita adalah orang – orang yang sudah menerima kehidupan dari Tuhan. Kita di ajak berjalan dalam cerita yang sama, dalam Travel Narrative, kita punya Yesus yang menolong para korban. Kita pertama-tama adalah Mentalitas korban, kita akan berjalan Bersama-sama dengan Kristus
Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah (KM)
Gereja Reformed Injili Indonesia Kelapa Gading